Tampilkan postingan dengan label kebiasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebiasaan. Tampilkan semua postingan

Mengenal Tipe Karakter Belajarmu; Visual, Auditori atau Kinestetik

Mengenal Tipe Karakter Belajarmu; Visual, Auditori atau Kinestetik - Setiap orang memiliki cara dan metode belajarnya sendiri. Ada yang lebih senang belajar sendiri, belajar berkelompok, belajar dengan melihat, mendengar atau mengerjakan sesuatu agar sesuatu yang ia pelajari dapat diingat dan dipahaminya dengan baik.

Untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, tentu ada baiknya kita terlebih dulu mengerti dan mengetahui bagaimana sebenarnya tipe belajar kita sendiri.
 Mengenal Tipe Belajarmu; Visual, Auditori atau Kinestetik
Menurut DePetter dan Hearchi, 2003, tipe belajar merupakan gaya belajar yang dimiliki oleh setiap individu yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Sutanto, 2006, membagi tipe belajar seseorang menjadi tiga hal:

Manusia visual, dimana ia akan secara optimal menyerap informasi yang dibacanya/dilihatnya.

Manusia auditori, dimana informasi yang masuk melalui apa yang didengarnya akan diserap secara optimal.

Manusia kinestetik, dimana ia akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi yang harus diserapnya terlebih dahulu “dicontohkan” atau ia membayangkan orang lain melakukan hal yang akan dipelajarinya.


Sejalan dengan hal tersebut, DePetter dan Hearchi, 2003, mendeskripsikan ciri-ciri tipe belajar seseorang menjadi sebagai berikut:

    Tipe Visual

Orang visual akan lebih memahami melalui apa yang mereka lihat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Adapun beberapa ciri orang dengan tipe belajar visual, yaitu :

  •     Rapi, teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan
  •     Berbicara dengan cepat
  •     Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
  •     Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
  •     Lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
  •     Mengingat dengan asosiasi visual
  •     Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan sering meminta orang   lain untuk mengulangi ucapannya.
  •     Lebih suka membaca daripada dibacakan dan pembaca yang cepat
  •     Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon atau dalam rapat
  •     Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
  •     Lebih menyukai seni gambar daripada musik
  •     Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban yang singkat ya atau tidak
  •     Mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata yang tepat
  •     Biasanya tidak terganggu dengan keributan
  Tipe auditori

Orang dengan tipe ini akan lebih memahami sesuatu melalui apa yang mereka dengar. Modalitas ini mengakses segala jenis bunyi dan kata. Musik, irama, dialog internal dan suara menonjol pada tipe auditori. Seseorang yang sangat auditori memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  •     Suka berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
  •     Perhatiannya mudah terpecah dan mudah terganggu oleh keributan
  •     Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  •     Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  •     Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, perubahan dan warna suara
  •     Merasa kesulitan untuk menulis dan lebih suka mengucapkan secara lisan
  •     Berbicara dalam irama yang terpola
  •     Lebih suka musik daripada seni gambar
  •     Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
  •     Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
  •     Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  •     Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong  bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
  •     Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  •     Biasanya pembicara yang fasih

  Kinestetik
Orang dengan tipe kinestetik belajar malalui gerak, emosi dan sentuhan. Modalitas ini mengakses pada gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik. Ciri-ciri orang dengan tipe belajar kinestetik yaitu :

  •     Berbicara dengan perlahan
  •     Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka saat berbicara
  •     Berdiri berdekatan saat berbicara dengan orang
  •     Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
  •     Belajar melalui memanipulasi dan praktik
  •     Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  •     Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
  •     Banyak menggunakan isyarat tubuh
  •     Tidak dapat diam untuk waktu yang lama
  •     Tidak dapat mengingat geografis, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu.
  •     Menyukai permainan yang menyibukkan
  •     Mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, suka mengetuk-ngetuk pena, jari, atau   kaki saat mendengarkan
  •     Ingin melakukan segala sesuatu
  •     Kemungkinan tulisannya jelek

Selain ketiga tipe belajar tersebut, DePetter juga menambahkan bahwa ada tipe campuran dari tiga tipe belajar diatas, misalnya Auditori-visual atau Visual-kinestetik atau bisa ketiga-tiganya tapi biasanya satu tipe belajar lebih mendominasi.

Untuk mengenal tipe belajarmu yang paling dominan, tes nya bisa kamu lakukan disini :
http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Peng.Pop/Kiat.Belajar/Kenali/hal6.htm


Sumur : http://factinformationtruth.blogspot.com/2013/06/mengenal-tipe-belajarmu-visual-auditori.html




spacer

Jika Ingin Sukses, Cobalah Perbaiki Karakter dan Sikap anda.

Jika Ingin Sukses, Cobalah Perbaiki Karakter dan Sikap anda.- Kebanyakan orang untuk meraih kesuksesannya, cenderung lebih konsen terhadap bidang keahlian yang ingin ditekuninya, namun justru hal yang sebenarnya lebih penting dari itu kadang justru terabaikan. Hal yang lebih utama dari keahlian atau skill yang harus dimiliki setiap orang yang ingin sukses di bidang apapun (sesuai yang diinginkan) adalah SIKAP.

Jika Ingin Sukses, Cobalah Perbaiki Karakter dan Sikap anda.


Berdasarkan hasil penelitian para ahli terhadap ribuan orang-orang yang sukses dalam bidang masing-masing, disimpulkan bahwa kemampuan atau keahlian teknis (technical expertise) hanya berperan 15% terhadap kesuksesannya. Sedangkan 85% kesuksesan dari tiap-tiap individu tersebut dipengaruhi oleh sikap. Itulah kenapa banyak dari kita yang sebenaranya memiliki skill atau keahlian teknis yang tinggi, namun tidak mendapat karir yang lebih bagus. Atau jika mau mengembangkan usaha, tidak memperoleh perkembangan yang signifikan.

Menurut Jennie S. Bev, penulis buku "Rahasia Sukses Terbesar", yang juga seorang konsultan, entrepreneur, edukator dan juga merupakan salah seorang warga Indonesia yang sukses di Amerika, beliau mengulas 10 Sikap dan Kepribadian orang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses lainnya.

Sepuluh Sikap dan Kepribadian yang dimiliki orang sukses adalah sebagai berikut:

1. Keberanian Berinisiatif.

Kekuatan terbesar dari orang-orang yang sukses yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang. Seorang Donald Trump yang awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat sebagai Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.

Selain sukses didunia Real Estate, kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, TrumpUniversity.com, yang pencetusnya adalah Donald Trump yang sudah ditayangkan diseluruh penjuru dunia. Serta Tirto Utomo pendiri Aqua, yang karena idenya ingin membuat air minum dalam kemasan, telah mengantarkan Aqua menjadi merk air kemasan terbesar di Indonesia yang harga per liternya mengalahkan harga bahan bakar. Inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

2. Tepat Waktu.

Kita semua memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut.

Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Bayangkan saja ketika kita punya janji penting dengan orang lain, sementara orang tersebut terlambat. Tentu nilai positif orang tersebut di mata kita akan berkurang. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri, kolega maupun mitra kita.

3. Senang Melayani dan Memberi.

Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin. Sikap pemimpin yang bagus bukanlah yang pandai memerintah, tapi justru mereka pandai melayani dan memberi.

The more you give to others, the more respect you get in return (Semakin banyak kita memberi, akan semakin banyak respek yang kita dapat). Dan keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Setidaknnya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa pedulinya kita kepada mereka. Sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

4. Membuka Diri Lebih Dahulu.

Pernahkah kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain, namun dia malah menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya.

Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri. Itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju, bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius.

5. Bekerja Sama dan Membina Hubungan Baik.

Tidak ada ceritanya orang bisa sukses tanpa relasi dan mitra kerja, karena kemampuan bekerja sama adalah salah satu kunci keberhasilan. Ingin sukses dalam pendidikan harus bisa bekerja sama dan membina hubungan baik dengan guru/dosen, teman dan perangkat sekolah/kampus agar memperoleh nilai pelajaran dan nilai tingkah laku yang bagus.

Ingin sukses dalam karir harus bisa bekerja sama dan membina hubungan baik dengan atasan, bawahan serta rekan kerja agar prestasi pencapaian target bisa terpenuhi. Ingin sukses dalam usaha harus bisa bekerja sama dan membina hubungan baik dengan karyawan dan kolega agar jaringan serta perkembangan bisnis semakin besar.

6. Mempelajari Hal-hal Baru.

Seorang Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah orang-orang yang bisa dikatakan sukses dalam bidang perdagangan. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak.

Mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas bagi mereka. Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan. Namun tentunya mereka sukses dulu di satu bidang, sebelum kemudian melakukan ekspansi.

7. Tidak Pernah Mengeluh.

Orang yang sukses bukan berarti bahwa mereka tidak pernah gagal. Tapi orang yang sukses adalah orang yang ketika gagal, bisa dengan cepat untuk bangkit dan memulai usahanya kembali. Adalah wajar ketika gagal akan merasa sedih, kecewa bahkan marah, namun kegagalan tersebut bukan untuk disesali dalam waktu yang cukup lama. Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days, good days and great days." (Hanya ada dua macam hari, hari yang baik dan hari yang sangat baik).

Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal. Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari.

8. Tanggung Jawab dan Berani Menanggung Resiko.
Banyak orang yang tidak mau tampil di depan hanya karena mereka tidak mau merasa bertanggung jawab dan menanggung resiko jika terjadi kesalahan dan kegagalan. Mereka lebih suka berada di belakang dan menjalankan perintah, agar merasa lebih aman. Padahal sikap seperti itu justru akan mengurung mereka, karena tidak bisa mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki.

Orang yang sukses (dalam bidang apapun), mereka selalu memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan berani mengambil resiko atas semua keputusan dan tindakan yang diambil. Karena bagi orang sukses, kegagalan dan kesuksesan adalah resiko yang harus siap dihadapi.

9. Berpikir Positif.

Orang yang sukses selalu men-set pikirannya untuk positif setiap saat. Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya. Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.

Namun Jika kita gunakan pikiran negatif dalam berpikir, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan hal-hal yang negatif. Sehingga efeknya justru akan membuat kita merasa khawatir dan cemas, setiap kita hendak melakukan apapun.

10. Nyaman dengan Diri Sendiri.

Pernahkah kita bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi, supaya lawan bicara tidak tersinggung, karena setiap orang mempunyai tempat dan kesuksesannya sendiri.

Orang bisa sukses mungkin dengan cara meniru para pendahulu, namun tetap selalu ada inovasi yang disesuaikan dengan pribadi masing-masing. Orang yang sukses selalu pandai mengolah kelebihan yang dimilikinya, tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain.

Sikap dan kepribadian diatas, wajib dimiliki jika kita mau berhasil di bidang yang diinginkan. Meningkatkan kemampuan dan skill individu itu penting, namun jangan sampai melalaikan faktor sikap yang memiliki prosentase lebih besar dalam mencapai kesuksesan.

Ada sebuah kata bijak yang menyebutkan, "Your attitude, not aptitude, determine your altitude" (Sikap Anda, bukanlah bakat (kecerdasan), yang menentukan tingkat kesuksesan Anda).


Sumber : http://arie5758.blogspot.com/2012/02/pengaruh-sikap-terhadap-kesuksesan.html
spacer

Ingin Sukses, Harus Mau Berubah

Ingin Sukses, Harus Mau Berubah - Daripada kita terus memikirkan dampak kenaikan BBM serta melihat tayangan perdebatan di TV yang malah bikin mumet, lebih baik sesegera mungkin kita mencari solusi untuk tetap bisa eksis dalam hidup ini. Memang ada rasa jengkel kalau menyaksikan ulah para pemimpin dan wakil rakyat di DPR,

Ingin Sukses, Harus Mau Berubah

namun apalah guna jika kekesalan kita itu tak dapat tersalurkan apalagi tak berefek pada putusan apapun. Mending energi kita digunakan untuk terus meningkatkan karya, demi diri sendiri, keluarga yang kita cintai dan orang-orang terdekat kita.

Untuk menjadi lebih baik selalu dimulai dengan proses perubahan, dan terkadang perubahan itu tidak mengenakkan bahkan menyakitkan. Apapun yang ada didunia ini pasti mengalami perubahan, era atau jaman pun juga terus berubah. Kita bisa menyimak (karena mungkin kita tidak hidup pada era tersebut) perubahan dari era agraris ke era industri.

Berapa banyak area pertanian dan peternakan yang diubah menjadi lahan industri? Munculnya pabrik-pabrik serta perumahan untuk hunian para pekerja, tentu akan menggeser mereka yang masih menggunakan teknologi manual pada era agraris.

Juga kita bisa menyimak ketika era informasi muncul. Industri, instansi dan individu yang tidak memanfaatkan teknologi informasi akan tereliminasi di papan bawah bahkan menghilang dari peredaran. Informasi dengan fasilitas internet, menjadi raja pada era ini.

Kita bisa melihat begitu banyak sosial media bermunculan, teknologi berbasis internet juga terus melakukan inovasi untuk bisa bersaing. Semua itu ada dan dilakukan, adalah agar bisa terus beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Tidak terkecuali diri kita. Untuk bisa eksis dan beradaptasi dengan perubahan yang ada, maka kitapun dituntut untuk terus Berubah. Dimana perubahan itu sudah kita alami semenjak masih bayi, yang pada saat itu kita hanya mampu menangis bila menginginkan sesuatu. Tapi seiring berjalannya waktu, kita akhirnya bisa merangkak lalu berjalan.

Masih ingatkah pada saat kita belajar berjalan? Berapa kali kita terjatuh dan terbentur? Tentu sakit sekali rasanya. Tapi karena kita tidak pernah berhenti belajar, kitapun pada akhirnya mampu untuk berjalan, berlari, bersepada, naik motor bahkan mengemudikan mobil.

Untuk itu jika ingin beradaptasi bahkan bisa berhasil dalam hal apapun, mau tidak mau kita harus mau berubah. Dan perubahan awal yang harus dilakukan, adalah merubah Diri Sendiri dulu. Ada 3 hal yang perlu dilakukan dalam beradaptasi dan bisa berhasil dibidang yang kita inginkan:

1. Merubah Pola Pikir

Ada beberapa kata bijak, "Kita akan menjadi seperti yang kita pikirkan", "Kita akan bisa, jika kita pikir bisa". Ungkapan tersebut bukanlah hanya sekedar kalimat tak bermakna. Jika diibaratkan kita adalah seorang desainer, mampukah kita membuat sebuah gambar atau bangunan tanpa membayangkan dulu apa yang mau digambar dan dibuat? Begitupun sebuah harapan atau cita-cita.

Kita takkan mampu memvisualisasikan apalagi mencapainya, jika didalam pikiran kita tidak pernah terbayang sebelumnya. Mari kita mulai merubah pola pikir kita untuk lebih positip secara perlahan. Usahakan merubah pikiran "Apakah saya bisa?" dengan "Saya harus bisa!". Daripada berpikir "Mengapa saya yang menanggung resiko ini?" lebih baik diganti "Saya siap menghadapi segala resiko!".

2. Merubah Lingkungan

Untuk menjelaskan hal ini, saya akan memulai dengan sebuah pertanyaan, "Mengapa harga minuman soda dengan merk yang sama, tapi bisa dengan harga berbeda jika kita beli di warung, bandara, restoran dan hotel berbintang?". Yang membedakan bukanlah merk-nya, tapi dilingkungan mana minuman itu dijual.

Pun sama dengan diri kita jika ingin berhasil, maka harus mau berganti lingkungan pergaulan dengan orang-orang yang berhasil. Jika ingin menjadi penulis yang berhasil, harus banyak berhubungan dengan penulis yang sudah berhasil.

Jika mau jadi penyanyi yang berhasil, harus banyak berhubungan dengan penyanyi yang berhasil. Jika ingin menjadi petani yang berhasil, harus banyak berhubungan dengan petani yang sudah berhasil. Lingkungan dimana kita bersosialisasi, akan banyak berpengaruh terhadap pembentukan karakter serta tingkah laku kita.

3. Merubah Tindakan

Jika pola pikir kita sudah bagus serta lingkungan yang mendukung, tapi jika kita tidak melakukan apa-apa, maka kita takkan bisa berhasil dibidang apapun.

Kita sudah men-setting pikiran untuk ber-wirausaha, lalu sering berhubungan dan belajar kepada wirausahawan/wati yang sukses, tapi kita belum melakukan usaha apa-apa, ya kitapun juga takkan mendapat apa-apa.

Kita harus bisa merubah tindakan yang tidak efektif dengan tindakan yang produktif. Sebisa mungkin untuk mengurangi aktivitas yang membuat kita nyaman, karena biasanya aktivitas itulah yang akan menghambat kita melakukan tindakan demi mencapai harapan atau cinta-cita yang telah kita targetkan.

Perubahan itu kadangkala menyakitkan pada awalnya, namun itulah bentuk pengorbanan yang harus kita lakukan agar kita bisa mencapai apa yang telah kita impikan.

Seperti kata pepatah, "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". Impian takkan bisa terwujud, tanpa sebuah pengorbanan.

Sumber : http://arie5758.blogspot.com/2012/03/ingin-berhasil-harus-mau-berubah.html

spacer

10 sifat yang paling disukai orang

10 sifat yang paling disukai orang



1. Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, berpura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Kerendahan Hati

Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan

Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Positive Thinking

Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

5. Keceriaan

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung jawab

Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Percaya Diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going


Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empati

Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik, dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
spacer

Membaca Karakter seseorang dari Cara duduknya

Membaca Karakter seseorang dari Cara duduknya - Perasaan dan pikiran seseorang memang tidak hanya bisa dinilai dari mimik wajah saja. Begitupun karakter seseorang yang dapat tercermin lewat gerakan kakinya.  Berikut ini beberapa gerakan kaki yang bisa membantu Anda untuk membaca karakter lawan bicara Anda.

Membaca Karakter seseorang dari Cara duduknya


1. Duduk  dalam posisi  pergelangan kaki kiri  melintang di depan kaki  kanan
  
Posisi ini mengungkapkan kecerdasan interpersonal. Selain itu, gestur tersebut cenderung ingin membuktikan bahwa lawan bicara Anda sensitif terhadap orang lain. Namun, ia memiliki toleran dan juga empati. Saat itu, Anda bisa percaya padanya.

2. Duduk  dalam posisi  pergelangan kaki kanan  melintang di depan kaki  kiri

Orang yang duduk dengan posisi ini mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu pusing dengan apa yang Anda pikirkan. Ia tidak berpikir bahwa Anda out of control (saat sedang berada dalam situasi konflik). Itu juga menunjukkan bahwa ia bisa dikendalikan dan sedikit waspada.

3. Duduk  dengan kaki  disilangkan  di mana salah satu kaki disenderkan ke kaki meja atau meja

Posisi ini merupakan posisi perlindungan teritorial. Lawan bicara Anda mempertahankan wilayahnya (secara simbolis).

4. Duduk  dengan posisi kaki kanannya bertumpu kuadrat pada lutut kiri

Posisi ini menunjukkan bahwa lawan bicara mengaku mundur (secara mental).

5. Duduk  dengan posisi kedua kaki berada di  bawah kursi  

Posisi ini menegaskan lawan bicara hanya setengah mendengarkan pembicaraan Anda.

6. Duduk dengan posisi kaki lurus ke depan kursi

Posisi ini menunjukkan sikap santai atau ketersediaan yang baik. Anda bisa bicara apa saja pada lawan bicara Anda.

7. Berdiri atau duduk  di mana salah satu kaki sering menyentuh  betis

Jika sering terjadi pada betis kanan berarti adanya kurang semangat juang. Sebaliknya di betis kiri, menandakan kurangnya ketekunan.

jadi apa karakter anda
terimakasih dan berkomentarlah :D :D

sumur

spacer