Mengenal Tipe Karakter Belajarmu; Visual, Auditori atau Kinestetik

Mengenal Tipe Karakter Belajarmu; Visual, Auditori atau Kinestetik - Setiap orang memiliki cara dan metode belajarnya sendiri. Ada yang lebih senang belajar sendiri, belajar berkelompok, belajar dengan melihat, mendengar atau mengerjakan sesuatu agar sesuatu yang ia pelajari dapat diingat dan dipahaminya dengan baik.

Untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, tentu ada baiknya kita terlebih dulu mengerti dan mengetahui bagaimana sebenarnya tipe belajar kita sendiri.
 Mengenal Tipe Belajarmu; Visual, Auditori atau Kinestetik
Menurut DePetter dan Hearchi, 2003, tipe belajar merupakan gaya belajar yang dimiliki oleh setiap individu yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Sutanto, 2006, membagi tipe belajar seseorang menjadi tiga hal:

Manusia visual, dimana ia akan secara optimal menyerap informasi yang dibacanya/dilihatnya.

Manusia auditori, dimana informasi yang masuk melalui apa yang didengarnya akan diserap secara optimal.

Manusia kinestetik, dimana ia akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi yang harus diserapnya terlebih dahulu “dicontohkan” atau ia membayangkan orang lain melakukan hal yang akan dipelajarinya.


Sejalan dengan hal tersebut, DePetter dan Hearchi, 2003, mendeskripsikan ciri-ciri tipe belajar seseorang menjadi sebagai berikut:

    Tipe Visual

Orang visual akan lebih memahami melalui apa yang mereka lihat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Adapun beberapa ciri orang dengan tipe belajar visual, yaitu :

  •     Rapi, teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan
  •     Berbicara dengan cepat
  •     Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
  •     Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
  •     Lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
  •     Mengingat dengan asosiasi visual
  •     Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan sering meminta orang   lain untuk mengulangi ucapannya.
  •     Lebih suka membaca daripada dibacakan dan pembaca yang cepat
  •     Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon atau dalam rapat
  •     Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
  •     Lebih menyukai seni gambar daripada musik
  •     Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban yang singkat ya atau tidak
  •     Mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata yang tepat
  •     Biasanya tidak terganggu dengan keributan
  Tipe auditori

Orang dengan tipe ini akan lebih memahami sesuatu melalui apa yang mereka dengar. Modalitas ini mengakses segala jenis bunyi dan kata. Musik, irama, dialog internal dan suara menonjol pada tipe auditori. Seseorang yang sangat auditori memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  •     Suka berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
  •     Perhatiannya mudah terpecah dan mudah terganggu oleh keributan
  •     Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  •     Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  •     Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, perubahan dan warna suara
  •     Merasa kesulitan untuk menulis dan lebih suka mengucapkan secara lisan
  •     Berbicara dalam irama yang terpola
  •     Lebih suka musik daripada seni gambar
  •     Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
  •     Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
  •     Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  •     Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong  bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
  •     Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  •     Biasanya pembicara yang fasih

  Kinestetik
Orang dengan tipe kinestetik belajar malalui gerak, emosi dan sentuhan. Modalitas ini mengakses pada gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik. Ciri-ciri orang dengan tipe belajar kinestetik yaitu :

  •     Berbicara dengan perlahan
  •     Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka saat berbicara
  •     Berdiri berdekatan saat berbicara dengan orang
  •     Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
  •     Belajar melalui memanipulasi dan praktik
  •     Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  •     Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
  •     Banyak menggunakan isyarat tubuh
  •     Tidak dapat diam untuk waktu yang lama
  •     Tidak dapat mengingat geografis, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu.
  •     Menyukai permainan yang menyibukkan
  •     Mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, suka mengetuk-ngetuk pena, jari, atau   kaki saat mendengarkan
  •     Ingin melakukan segala sesuatu
  •     Kemungkinan tulisannya jelek

Selain ketiga tipe belajar tersebut, DePetter juga menambahkan bahwa ada tipe campuran dari tiga tipe belajar diatas, misalnya Auditori-visual atau Visual-kinestetik atau bisa ketiga-tiganya tapi biasanya satu tipe belajar lebih mendominasi.

Untuk mengenal tipe belajarmu yang paling dominan, tes nya bisa kamu lakukan disini :
http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Peng.Pop/Kiat.Belajar/Kenali/hal6.htm


Sumur : http://factinformationtruth.blogspot.com/2013/06/mengenal-tipe-belajarmu-visual-auditori.html




spacer

4 Karakter Manusia Berdasarkan Syekh Al Kholil ibn Ahmad

4 Karakter Manusia Berdasarkan Syekh Al Kholil ibn Ahmad - Syekh Al Kholil ibn Ahmad membagi karakter manusia menjadi empat macam.

4 Karakter Manusia Berdasarkan Syekh Al Kholil ibn Ahmad

Pertama. yaitu manusia yang mengerti dan dirinya mengerti kalau ia mengerti. Ia adalah manusia yang memiliki ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ciri manusia seperti ini adalah selalu bekerja dengan landasan istiqomah dan ikhlas.

Kedua. yaitu manusia yang mengerti namun tidak mengerti, kalau dirinya mengerti. Seperti orang yang sedang tidur. Manusia yang berkarakter seperti ini adalah manusia yang tidak konsisten dengan apa yang diucapkan atau yang dipahaminya. Kata-katanya (yang baik) tidak sama dengan perilakunya (yang buruk). Umar ibn al Khottob pernah berkata, yang paling saya takuti pada ummat ini daripada dajjal adalah. Orang munafik yang pintar atau alim secara mudah dapat dikatakan sebagai orang yang berbuat jahat dengan memelintir dalil agama.

Ketiga. Yaitu manusia yang tidak mengerti namun ia tahu kalau dirinya tidak mengerti. Manusia model ini relatif baik, karena orang-orang yang selalu ingin belajar untuk lebih mengerti adalah manusia yang memiliki sifat selalu ingin memperbaiki diri. Inilah orang-orang yang cerdas "al kayyis" yaitu orang-orang yang tidak melakukan sesuatu perbuatan kecuali telah jelas halal atau haramnya. Manusia model ini adalah manusia yang selalu terikat dengan syara’. Apa yang dimakan, dipakai dan yang dijkerjakan selalu terukur dan berlandaskan pada hukum Tuhan.

Keempat. Yaitu manusia yang tidak mengerti kalau dirinya tidak mengerti, inilah manusia bodoh. Karena orang-orang seperti ini biasanya tidak mau belajar dan tidak mau peduli dengan hukum-hukum. Mereka termasuk manusia-manusia yang selalu mengedepankan syahwat (nafsu) dunia semata.

sumur : http://segoro-ombo.blogspot.com/2011/04/4-macam-karakter-manusia.html#.VMRpQ0BKTTo
spacer

7 Karakter Orang yang Karirnya Tak Mungkin Sukses

7 Karakter Orang yang Karirnya Tak Mungkin Sukses - berikut 7 karakter orang yang karirnya tak mungkin sukses, hati-hati! jangan sampai Anda salah satunya:

1. Senang berkelompok
Sangat mudah untuk melihat orang-orang ini, terutama jika Anda baru masuk perusahaan. Mereka duduk dalam rumpun bersama-sama dan mereka membuat pernyataan aneh dalam pertemuan, mereka melakukan hal yang sama setiap hari dan mereka mengeluh ketika hidup mereka terganggu oleh sesuatu atau seseorang baru.

Karakter ini bisa ditemukan baik di perusahaan besar dan kecil. Jika Anda melawan kelompok itu, siap-siap bakal dimusuhi, ditindas dan di-bully. Tapi jika Anda bergabung dengan mereka, Anda menjadi bodoh dan sulit melompat ke karir yang lebih baik. Jadi pilihlah mana yang baik untuk Anda.

2. Mudah tertipu
Karakter pertama adalah pekerja yang mudah tertipu. Belajar dari pengalaman, Anda jangan termakan dengan janji-janji manis dari manajemen perusahaan.
Contohnya, jangan percaya mereka ketika mengatakan perusahaan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

3. Penakut
Orang penakut akan menyebabkan masalah di tempat kerja menjadi serius. Jika Anda takut dipecat, manajemen akan menemukan cara untuk menyuruh Anda terus menerus. Jika proyek mereka gagal, mereka akan menyalahkan Anda tanpa beban. Mereka tahu Anda bakal menerimanya sebab Anda takut dipecat.


4. Pekerja apatis

Jangan terlalu cuek dengan lingkungan sekitar. Bekerja bukan berarti Anda tak bersosialisasi dengan orang lain. Kerja tim sangat penting untuk membangun perusahaan. Bangun hubungan yang baik dengan rekan kerja. Dengarkan teman saat sedang curhat, beri bantuan jika mereka kesulitan. Ingat, Anda suatu saat pasti butuh bantuan dari mereka.

5. Pecundang
Setiap kali Anda berhasil atau pengalaman sesuatu yang besar dalam hidup atau karir anda, ada orang di kantor Anda merasa ragu Anda meraihnya dengan kerja keras. Seorang pecundang akan berpikir Anda mencapai itu karena Anda koneksi orang penting di perusahaan.

Anda tidak dapat menghentikan pecundang dari pikirannya. Satu-satunya cara untuk melawan pecundang sakit adalah untuk memastikan mereka tidak benar.

6. Tukang Gosip
Bergosip sangat berbahaya. Anda harus menghindari para biang gosip karena berbahaya sekali dekat dengan mereka., Anda harus menjaga jarak antara Anda dan orang ini .

Asumsikan, dia bersedia untuk menjelek-jelekkan orang lain kepada anda, bisa jadi dia juga menceritakan keburukan Anda ke rekan kerja lainnya.

7. Peminta maaf
Peminta maaf akan mendiskreditkan diri segera setelah mereka membuka mulut mereka. Contohnya saat meminta kenaikan gaji, dia akan mengatakan" Maaf, saya tahu perusahaan sedang tak punya uang, tapi...". Pernyataan itu menunjukkan dia tidak memiliki kepercayaan yang besar. Jika kata-kata itu keluar dari mulut Anda, bisa dipastikan Anda gagal naik gaji.

Anda tidak perlu haru smenghindari orang ini, tapi jangan seperti orang tersebut. Perusahaan membayar gaji Anda karena merek apikir Anda layak

sumur : kaskus.co.id
spacer

Membaca Karakter dari Cara Berjalan nya

Membaca Karakter dari Cara Berjalan nya
Membaca Karakter dari Cara Berjalan nya - Tiap orang punya gayanya sendiri yang membuatnya unik dan berbeda satu sama lain. Bisa jadi dari penampilan, sikap, sense of fashion, hobi ... bahkan cara berjalan.

Ya, tiap orang punya cara berjalan yang unik. Hal ini membuatnya berbeda dengan orang lain sekalipun punya penampilan yang sama. Ternyata, cara berjalan juga bisa menguak kepribadian seseorang yang sebenarnya lho. Yuk ungkap artinya, seperti yang dilansir oleh sg.theasianparent.com berikut ini:

    Berjalan Cepat

Mereka yang cara berjalannya cenderung cepat adalah orang yang punya energi besar, cekatan, percaya diri dan selalu ingin tahu. Mereka biasanya cenderung mengambil keputusan sendiri dan agak sembrono.

    Berjalan Pelan

Kalem dan pemikir, adalah sifat mereka yang biasa berjalan pelan. Mereka memperhatikan sekitar dengan seksama, tak heran jika tipe ini cukup peduli dengan sesama. Namun, tipe orang yang berjalan pelan sering merasa tak nyaman pada dirinya sendiri.

    Melompat-lompat

Orang yang biasa berjalan dengan sedikit berjinjit dan melompat-lompat terkesan kekanak-kanakan. Mereka mudah frustasi dan marah, tetapi sesungguhnya mereka orang yang ceria.

Nah, itulah beberapa hal tentang kepribadian yang dapat terpancar dari cara seseorang berjalan. Yang mana yang sesuai dengan Anda?

sumur : Vemale.com
spacer

Membaca Karakter Wanita Dari Tinggi Badannya

Membaca Karakter Wanita Dari Tinggi Badannya
Membaca Karakter Wanita Dari Tinggi Badannya - Bicara soal tinggi badan, ada yang merasa nyaman dengan tinggi badannya saat ini. Namun, ada juga yang kurang percaya diri. Alhasil, memakai heels adalah cara yang paling instant ditempuh untuk membuat Anda jadi lebih semampai.

Tinggi badan bagi wanita berhubungan langsung dengan kepercayaan diri. Semakin tinggi badan, semakin tinggi pula kepercayaan diri.

Selain itu, tinggi badan juga erat kaitannya dengan kepribadian. Dilansir Boldsky.com, inilah beberapa kepribadian yang dimiliki berdasarkan tinggi badan.

Kurang dari, dan 145 cm

Anda adalah sosok yang mandiri dan lebih suka melakukan segala sesuatunya sendiri. Anda orang yang idealis serta memberikan yang terbaik dalam hal pekerjaan.

147 cm

Anda adalah sosok petualang sejati yang doyan sensasi. Anda sangat mudah diajak berbicara, dan punya banyak teman.

150 cm

Anda orang yang berkelas, selalu menjaga penampilan dan mementingkan penampilan.

152 cm

Anda orang yang punya kharisma, dan selalu bisa meyakinkan orang-orang untuk mengikuti apa yang Anda inginkan.

155 cm

Anda adalah komunikator berbakat yang sangat mudah membujuk orang lain. Pengetahuan Anda luas, dan Anda orang yang modern sehingga banyak orang mengagumi Anda.

157 cm

Anda orang yang perfeksionis dan sangat mendambakan hal-hal yang lurus sesuai dengan keinginan Anda.

160 cm

Anda orang yang punya motivasi tinggi. Pemberani dan tidak suka dikekang.

163 cm

Anda orang yang sangat hangat, ramah, punya banyak teman. Orang yang jujur dan tipe teman yang disukai banyak orang.

165 cm
Anda ambisius, penuh energi, selalu berseri-seri dan terlihat bersemangat dalam banyak kegiatan.

168 cm

Anda orang yang sensitif dan sebenarnya pemalu. Soal hubungan asmara, Anda cenderung pasif.

170 cm

Anda orang yang sulit untuk menolak, dan suka dengan tantangan hidup.
Bagaimanapun, tinggi badan yang sudah Anda miliki tetap harus disyukuri. Keuntungan menjadi wanita, Anda masih bisa memperbaiki penampilan dengan mengenakan heels. Namun, pastikan saja Anda tetap nyaman dalam setiap penampilan Anda.

Boleh Percaya Boleh Tidak.. Terserah Pembaca sekalian :D :D

By Abdisr
sumur : Vemale.com
spacer

Membaca Karakter Pria Dari Rambut Yang Tumbuh Di Wajahnya

Membaca Karakter Pria Dari Rambut Yang Tumbuh Di Wajahnya - KAUM lelaki merawat rambut wajahnya dengan berbagai macam gaya, mulai dari dicukur bersih, berkumis, berjanggut, sampai bercambang. Tapi tahukah Anda, cara seorang lelaki memelihara penampilannya bisa mengungkapkan banyak hal tentang kepribadiannya.

Janggut penuh

 George Clooney
 George Clooney
Gaya seperti ini menunjukkan status alpha-male. ”Dengan surainya, singa memimpin sebagai raja hutan. Begitu pula dengan lelaki berjanggut penuh,” kata Jack Passion, penulis The Facial Hair Handbook seperti dikutip situs glo.msn.com.

Seorang lelaki yang memiliki janggut rapi, halus, dan tajam seperti George Clooney, adalah sosok yang telah mencapai pencerahan diri dan berada di puncak kedewasaan.

Akan tetapi, gaya ini juga bervariasi. Janggut yang dibiarkan tumbuh liar, panjang, dan tak terawat seperti manusia gunung, bisa berarti kejantanan, rasa malu, mania, atau kemalasan, tergantung bagaimana digunakan, kata Michael Ames, penulis The World Beard and Moustache Championships. Dalam kasus Joaquin Phoenix, janggutnya yang liar adalah tanda-tanda awal dari perubahan ke sisi aneh.

Janggut kambing

Brad Pitt and Rob
Brad Pitt and Rob
Sama seperti janggut penuh, janggut kambing dapat dinilai sebagai gaya generik sampai kelas dunia. Semuanya, menurut Ames, tergantung pada pengabdian seorang lelaki terhadap wajahnya.

”Janggut kambing adalah gaya yang matang. Jadi, pada lelaki muda, mungkin dia ingin membuktikan sesuatu. Pada lelaki yang lebih tua, dia berkata, ‘Aku memiliki hak untuk memakai ini,’ dan dengan memakainya dia telah membuktikan hal itu,” ujar Passion.



Janggut pendek

Ahmad Dhani

Lelaki yang membiarkan cukuran wajahnya tidak bersih sehingga tampak seperti janggut pendek, memang terlihat seksi.

”Dengan asumsi bahwa rambut wajahnya itu bukan awal dari janggut, gaya ini bisa mengatakan beberapa hal yang berbeda.

Jadi, lihat jins yang dikenakannya. Jins rancangan desainer berarti dia ingin bercinta, polos, dan sederhana. Jins berlepotan cat minyak berarti dia seorang seniman, mungkin hidup dari kekayaan orangtuanya,” analisis Passion.







Cambang

Cambang

Lelaki bercambang mengisyaratkan seseorang yang telah menemukan jati dirinya. ”Belum mau menumbuhkan janggut, lelaki ini telah mulai membiarkan cambangnya tumbuh untuk menguji coba,” kata Passion.

Gaya ini juga terlihat oke sebagai aksen untuk janggut pendek.

”Bagi para pemberontak dan pengendara sepeda motor, cambang adalah janggut kambing yang baru. Setiap lelaki memilikinya,” kata Ames, bahkan pemeran Edward Cullen.



Chinstrap

Chinstrap

Gaya ini merupakan salah satu yang terkonyol. Menurut Passion, lelaki dengan rambut wajah bergaya chinstrap kemungkinan menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal lain yang tak kalah aneh juga. Misalnya, mobil impor.

Kumis

Kumis

Menurut Passion, kumis adalah satu-satunya bagian tersulit dari janggut, karena menyulitkan untuk makan, minum, berciuman, dan lain sebagainya.

”Bagi seorang lelaki yang secara sukarela mengambil bagian tersulit dari permainan ini, itu merupakan pertanda dirinya bosan terhadap ketiadaan tantangan, apalagi menjadi bagian stereotif negatif yang secara tidak adil menghantui lelaki berkumis,” ujarnya.

Tapi, tidak setiap lelaki pantas menggunakan kumis. Kumis yang salah bisa membuat tampang seseorang terlihat aneh dan menyembunyikan ketampanannya.

Flavor-saver

Flavor-saver

Dikenal juga dengan istilah soul patch, rambut yang dibiarkan tumbuh persis di bawah bibir bagian bawah ini, juga tidak pantas digunakan oleh semua lelaki.

”Jika digunakan begitu saja, lelaki ini pasti suka dengan gaya ’90-an. Dengan gaya lain, seperti kumis misalnya, flavor-saver adalah cara yang mudah untuk mendapatkan poin bonus

sumur: https://santai2008.wordpress.com/2011/05/02/kepribadian-lelaki-berdasarkan-rambut-wajah/
spacer

Hal yang Membedakan Pria Dewasa dan Lelaki yang Masih Kekanak kanakan

Hal yang Membedakan Pria Dewasa dan Lelaki yang Masih Kekanak kanakan - Lahir, tumbuh, menjadi dewasa, hingga menua adalah fase kehidupan yang tak bisa dihindari. Waktu terus berjalan dan umur akan terus bertambah setiap tahunnya. Namun, apakah pertambahan usia itu akan otomatis menambah kadar kedewasaan seseorang pula? Belum tentu.

Menjadi dewasa bukanlah perkara mudah. Seorang pria dewasa harus pintar-pintar membawa diri. Tak lagi bersikap impulsif dalam menjalani hidupnya. Mereka cenderung bersikap hati-hati dan banyak membuat pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Nah, apakah kamu layak disebut pria dewasa? Simak dulu yuk hal-hal yang hanya dimengerti pria dewasa berikut ini!


1. Pria dewasa tak lagi insecure soal penampilan. Dia bisa menerima bentuk tubuhnya, pun menemukan gaya busana yang membuatnya nyaman

Saat remaja, perkara penampilan bisa jadi hal yang menyita perhatian. Dulu, kamu mungkin mengidamkan bentuk tubuh yang proporsional, berisi, dan tampak “laki-laki”.

Berenang hampir setiap hari demi tinggi badan yang maksimal, rutin tiga kali seminggu menyambangi gym, hingga menyisihkan uang jajan untuk membeli susu penambah berat badan.

Tak hanya itu, tren gaya busana anak muda terbaru pun tak pernah luput dari perhatianmu. Hayo, seberapa rajin kamu dulu menyambangi distro atau department store?

Namun, setelah dewasa banyak perubahan yang akan kamu rasakan. Distro atau barbershop baru yang muncul di kotamu tak lagi menyita perhatian.

Kamu lebih memilih tampil apa adanya, tanpa banyak usaha ekstra untuk terlihat keren atau up to date dalam hal penampilan. Sehari-harinya, kamu sudah mantap dengan gaya andalanmu; kaos oblong, celana jeans, sneakers dan hoodie cukup membuatmu nyaman dan percaya diri.



2. Kamu mengerti, rasa takut adalah musuh yang harus dikalahkan. Ia tak boleh jadi penghalang kesuksesan atau penghambat kebahagiaan


Rasa takut itu ada banyak macamnya; takut gagal, takut menerima kenyataan atau menghadapi penolakan. Kamu mungkin merasa takut saat akan merintis bisnis sendiri, takut ketika berniat menyampaikan isi hati pada seseorang yang dicintai, atau takut melamar pekerjaan di perusahaan yang diidam-idamkan.

Meskipun wajar dirasakan, rasa takut yang berlebihan justru akan mempengaruhi kehidupanmu – melemahkan diri dan menjauhkanmu dari kesuksesan.

Setelah dewasa, hal inilah yang bisa baik-baik kamu pahami. Bahwa rasa takut bukanlah sesuatu yang harus diingkari, tapi justru diakui dan diatasi.

Takut saat akan merintis bisnis sendiri memang wajar. Pasalnya, tanpa perhitungan yang matang, kamu bisa saja gagal dan modalmu melayang. Tapi, rasa takut ini tak sepantasnya menghalangi langkahmu mewujudkan mimpi ‘kan? Bagimu, tak ada yang bisa dilakukan, kecuali menghadapi ketakutan dengan menguatkan diri sendiri.



3. Mereka tak akan melakukan sesuatu hanya demi menyenangkan orang lain atau berharap pujian dan pengakuan tak semata-mata berusaha menyenangkan orang lain


Kamu bisa jadi rajin datang pagi-pagi ke kantor lantaran ingin dipuji. Bersedia lembur setiap hari demi menyenangkan atasan dan dianggap jadi karyawan teladan. Bahkan, kamu rela dimintai bantuan sana-sini agar bisa menyandang predikat “yang paling bisa diandalkan” di kantor.

Sayangnya, pria dewasa tak akan melakukan hal-hal yang demikian. Mereka tak haus pujian atau butuh pengakuan. Segala sesuatu yang dilakukannya semata-mata demi bisa mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri. Datang ke kantor paling awal dan pulang paling akhir adalah caranya memaksimalkan diri dan wujud dedikasi terhadap pekerjaan yang dijalani.



 4. Kedewasaan yang menuntun mereka untuk belajar meredam hati dan emosi mereka 

Cewek sering dianggap lemah soal urusan mengendalikan emosi. Nyatanya, banyak cowok yang juga mengalami hal serupa. Dulu, masalah dengan orang tua seringkali membuatmu terpancing amarah. Emosimu tak stabil hingga dengan mudah melampiaskannya pada hal-hal negatif; merokok, minum alkohol, hingga menjajal obat-obatan terlarang.

Tapi, kondisi semacam ini tak lagi kamu alami setelah dewasa. Masalah atau kemalangan yang datang tak mudah membuatmu goyah.

Kamu cenderung lebih tenang menghadapi dengan berpegang pada logika dan rasionalitas. Saat beda pendapat dengan orang tua, kamu tak lagi mudah terpancing emosi. Mengajak diskusi dan mencoba melihat masalah dari berbagai sudut pandang jadi caramu untuk mengendalikan diri.



5. Soal memilih pasangan, mereka tak hanya berpegang pada satu patokan. Kriteria pasangan yang sempurna tak harus selalu berkulit putih, bertubuh ramping, punya rambut lurus nan panjang, dan tampilan yang modis pasangan bukan dilihat dari fisik semata


Saat masih remaja dan setelah dewasa banyak hal yang berubah, termasuk caramu mencari pasangan. Ketika duduk di bangku sekolah, gadis-gadis dengan tampilan fisik yang sempurna selalu bisa menarik perhatianmu. Selain ada rasa puas, bisa berdampingan dengan gadis paling cantik di sekolah bisa jadi suatu kebanggaan.

Tapi, apa yang terjadi setelah dewasa? Perkara penampilan fisik bukan lagi pertimbangan utama. Soal sifat, karakter, hingga cara berpikir pasangan akan baik-baik kamu pertimbangkan. Bahkan, definisi “cantik” pun sudah demikian bergeser dan semakin beragam.

Seorang perempuan bisa terlihat cantik karena aktif di berbagai kegiatan sosial, punya karakter pekerja keras, hingga lantaran sekedar selalu ceria dan rajin mengumbar senyum dengan siapa saja.



6. Pria dewasa mengerti, menjaga hubungan baik dengan keluarga adalah prioritas utama keluarga adalah prioritas utama

Di usia sekolah atau saat masih remaja, keberadaan teman dianggap sangat penting. Rasa solidaritas dan setia kawan biasanya masih sangat kuat sehingga lebih banyak waktu yang dihabiskan dengan teman daripada keluarga sendiri. Dulu, kamu sering tak datang ke acara kumpul keluarga di Sabtu malam lantaran memilih nongkrong bersama teman-teman terdekat.

Nah, hal inilah yang tak lagi dilakukan oleh mereka yang sudah dewasa. Hubungan pertemanan tak lagi diukur dari kuantitas pertemuan, tapi soal kualitasnya.

Waktu luang justru lebih diprioritaskan untuk keluarga; mengakrabi kedua orang tua dan keluarga besar. Sepulang kerja atau saat akhir pekan adalah saatnya menikmati kebersamaan dengan mereka. Kamu yang sudah dewasa akan sadar bahwa keluarga adalah harta paling berharga yang harus baik-baik dijaga.




7. Bekerja bukan semata-mata demi uang, rasa nyaman dan perkara kepuasan kerja juga layak dipertimbangkan bekerja bukan soal uang saja, tapi kepuasan dan rasa nyaman


Menyandang predikta fresh graduate membuatmu berambisi untuk bekerja di perusahaan multi nasional dengan gaji tinggi dan fasilitas yang oke. Keinginanmu gara bisa segera hidup mapan; menumpuk tabungan dan punya berbagai macam investasi.

Namun, pengalaman bekerja lah yang akhirnya mendewasakan dan meredam ambisimu. Kamu mulai mengerti bahwa bekerja bukan semata-mata perkara uang, tapi juga rasa nyaman dan rasa puas. Betapa gaji yang tinggi tak lantas membuatmu betah berlama-lama di kantor dan menyelesaikan tugas-tugasmu.

Lingkungan kerja yang nyaman, rekan-rekan kerja yang menyenangkan, atasan yang bisa memberi bimbingan dan arahan, serta kemauan untuk terus belajar adalah faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan.



 8. Dia tak akan mudah putus asa atau gampang menyerah saat ditempa masalah mereka tak mudah putus asa atau menyerah pada masalah

Menjadi dewasa memang tak mudah ketika semakin banyak masalah yang harus dihadapi seiring bertambahnya usia. Dulu, kamu pernah membuang waktu satu tahun dan memilih menyerah karena tak sanggup menghadapi dosen pembimbing yang menyebalkan.

Kamu juga bisa dengan ringan memilih putus saat punya cara berpikir yang berbeda dengan pasangan.

Di usia dewasa, momen putus asa atau memilih menyerah akan semakin langka. Sebanyak apapun masalah yang datang akan berusaha diselesaikan dan bukannya diabaikan. Bagaimana kamu tak menyerah saat menghadapi atasan yang galak di pekerjaan pertamamu.

Bahkan, meski melewati momen jatuh bangun, kamu masih mempertahankan hubunganmu hingga hitungan tahun berlalu. Yup, bagi kalian yang sudah menjejak kedewasaan, putus asa atau menyerah tak pernah lebih baik daripada berusaha dan bertahan.




9. Baginya, pantang membuat rencana-rencana yang absurd dan terlalu mustahil untuk diwujudkan dia tak membuat gol-gol yang mustahil


Ingatkah dengan mimpi-mimpimu yang dulu? Berharap bekerja di perusahaan minyak dan gas terbesar, bisa keliling dunia dan menjalankan bisnis sendiri, atau punya tabungan milyaran di usia muda? Tak ada yang salah dengan mimpi-mimpi masa mudamu dulu. Tapi, bukankah pengalaman hidup kini semakin membuka matamu?

Yup, di usia dewasa kamu tak lagi menerapkan gol-gol atau rencana-rencana masa depan yang terkesan mustahil diwujudkan. Kamu cenderung berpikir dan bersikap realistis bahwa apa yang kamu punya saat ini cukup untuk disyukuri.

Meski mustahil berharap bisa keliling dunia dengan gaji yang kamu punya saat ini, setidaknya kamu masih bisa traveling keliling Indonesia. Dan sekalipun bukan milyaran, tabungan bernilai jutaan yang sekarang kamu punya membuatmu hidup layak dan bisa berbagi dengan sekitarmu.


Sumur : Hipwee.com
spacer

Jika Ingin Sukses, Cobalah Perbaiki Karakter dan Sikap anda.

Jika Ingin Sukses, Cobalah Perbaiki Karakter dan Sikap anda.- Kebanyakan orang untuk meraih kesuksesannya, cenderung lebih konsen terhadap bidang keahlian yang ingin ditekuninya, namun justru hal yang sebenarnya lebih penting dari itu kadang justru terabaikan. Hal yang lebih utama dari keahlian atau skill yang harus dimiliki setiap orang yang ingin sukses di bidang apapun (sesuai yang diinginkan) adalah SIKAP.

Jika Ingin Sukses, Cobalah Perbaiki Karakter dan Sikap anda.


Berdasarkan hasil penelitian para ahli terhadap ribuan orang-orang yang sukses dalam bidang masing-masing, disimpulkan bahwa kemampuan atau keahlian teknis (technical expertise) hanya berperan 15% terhadap kesuksesannya. Sedangkan 85% kesuksesan dari tiap-tiap individu tersebut dipengaruhi oleh sikap. Itulah kenapa banyak dari kita yang sebenaranya memiliki skill atau keahlian teknis yang tinggi, namun tidak mendapat karir yang lebih bagus. Atau jika mau mengembangkan usaha, tidak memperoleh perkembangan yang signifikan.

Menurut Jennie S. Bev, penulis buku "Rahasia Sukses Terbesar", yang juga seorang konsultan, entrepreneur, edukator dan juga merupakan salah seorang warga Indonesia yang sukses di Amerika, beliau mengulas 10 Sikap dan Kepribadian orang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses lainnya.

Sepuluh Sikap dan Kepribadian yang dimiliki orang sukses adalah sebagai berikut:

1. Keberanian Berinisiatif.

Kekuatan terbesar dari orang-orang yang sukses yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang. Seorang Donald Trump yang awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat sebagai Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.

Selain sukses didunia Real Estate, kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, TrumpUniversity.com, yang pencetusnya adalah Donald Trump yang sudah ditayangkan diseluruh penjuru dunia. Serta Tirto Utomo pendiri Aqua, yang karena idenya ingin membuat air minum dalam kemasan, telah mengantarkan Aqua menjadi merk air kemasan terbesar di Indonesia yang harga per liternya mengalahkan harga bahan bakar. Inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

2. Tepat Waktu.

Kita semua memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut.

Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Bayangkan saja ketika kita punya janji penting dengan orang lain, sementara orang tersebut terlambat. Tentu nilai positif orang tersebut di mata kita akan berkurang. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri, kolega maupun mitra kita.

3. Senang Melayani dan Memberi.

Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin. Sikap pemimpin yang bagus bukanlah yang pandai memerintah, tapi justru mereka pandai melayani dan memberi.

The more you give to others, the more respect you get in return (Semakin banyak kita memberi, akan semakin banyak respek yang kita dapat). Dan keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Setidaknnya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa pedulinya kita kepada mereka. Sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

4. Membuka Diri Lebih Dahulu.

Pernahkah kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain, namun dia malah menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya.

Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri. Itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju, bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius.

5. Bekerja Sama dan Membina Hubungan Baik.

Tidak ada ceritanya orang bisa sukses tanpa relasi dan mitra kerja, karena kemampuan bekerja sama adalah salah satu kunci keberhasilan. Ingin sukses dalam pendidikan harus bisa bekerja sama dan membina hubungan baik dengan guru/dosen, teman dan perangkat sekolah/kampus agar memperoleh nilai pelajaran dan nilai tingkah laku yang bagus.

Ingin sukses dalam karir harus bisa bekerja sama dan membina hubungan baik dengan atasan, bawahan serta rekan kerja agar prestasi pencapaian target bisa terpenuhi. Ingin sukses dalam usaha harus bisa bekerja sama dan membina hubungan baik dengan karyawan dan kolega agar jaringan serta perkembangan bisnis semakin besar.

6. Mempelajari Hal-hal Baru.

Seorang Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah orang-orang yang bisa dikatakan sukses dalam bidang perdagangan. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak.

Mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas bagi mereka. Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan. Namun tentunya mereka sukses dulu di satu bidang, sebelum kemudian melakukan ekspansi.

7. Tidak Pernah Mengeluh.

Orang yang sukses bukan berarti bahwa mereka tidak pernah gagal. Tapi orang yang sukses adalah orang yang ketika gagal, bisa dengan cepat untuk bangkit dan memulai usahanya kembali. Adalah wajar ketika gagal akan merasa sedih, kecewa bahkan marah, namun kegagalan tersebut bukan untuk disesali dalam waktu yang cukup lama. Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days, good days and great days." (Hanya ada dua macam hari, hari yang baik dan hari yang sangat baik).

Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal. Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari.

8. Tanggung Jawab dan Berani Menanggung Resiko.
Banyak orang yang tidak mau tampil di depan hanya karena mereka tidak mau merasa bertanggung jawab dan menanggung resiko jika terjadi kesalahan dan kegagalan. Mereka lebih suka berada di belakang dan menjalankan perintah, agar merasa lebih aman. Padahal sikap seperti itu justru akan mengurung mereka, karena tidak bisa mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki.

Orang yang sukses (dalam bidang apapun), mereka selalu memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan berani mengambil resiko atas semua keputusan dan tindakan yang diambil. Karena bagi orang sukses, kegagalan dan kesuksesan adalah resiko yang harus siap dihadapi.

9. Berpikir Positif.

Orang yang sukses selalu men-set pikirannya untuk positif setiap saat. Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya. Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.

Namun Jika kita gunakan pikiran negatif dalam berpikir, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan hal-hal yang negatif. Sehingga efeknya justru akan membuat kita merasa khawatir dan cemas, setiap kita hendak melakukan apapun.

10. Nyaman dengan Diri Sendiri.

Pernahkah kita bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi, supaya lawan bicara tidak tersinggung, karena setiap orang mempunyai tempat dan kesuksesannya sendiri.

Orang bisa sukses mungkin dengan cara meniru para pendahulu, namun tetap selalu ada inovasi yang disesuaikan dengan pribadi masing-masing. Orang yang sukses selalu pandai mengolah kelebihan yang dimilikinya, tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain.

Sikap dan kepribadian diatas, wajib dimiliki jika kita mau berhasil di bidang yang diinginkan. Meningkatkan kemampuan dan skill individu itu penting, namun jangan sampai melalaikan faktor sikap yang memiliki prosentase lebih besar dalam mencapai kesuksesan.

Ada sebuah kata bijak yang menyebutkan, "Your attitude, not aptitude, determine your altitude" (Sikap Anda, bukanlah bakat (kecerdasan), yang menentukan tingkat kesuksesan Anda).


Sumber : http://arie5758.blogspot.com/2012/02/pengaruh-sikap-terhadap-kesuksesan.html
spacer