Apakah Anda Golongan Orang Yang Jenius?

Para akademisi dan ahli-ahli filosofi telah lama mencoba untuk mengemas arti jenius. Para ilmuan Rusia, melalui analisis dari anak-anak yang jenius, mengklaim bahwa mereka telah menemukan “genius gen”, sementara yang lainnya berargumentasi bahwa semua itu terjadi karena kerja keras - seperti kata Thomas Edison, “Jenius adalah: 1% inspirasi dan 99% usaha keras”.
Apakah Anda Golongan Orang Yang Jenius?

Walaupun demikian, ada beberapa petunjuk yang dapat menjadikan seseorang menjadi jenius, sekaligus dengan prestasi-prestasinya yang luar biasa. Seperti telah banyak diterima oleh publik bahwa jenius tidak murni berasal dari intelegensi. Tidak diperlukan memiliki IQ yang luar biasa, untuk dapat berbicara dalam 15 bahasa pada anak umur delapan tahun, atau untuk menguasai kerumitan dari mekanika kuantum. Meski demikian, jenius biasanya melibatkan faktor inteligensi dan pemikiran kreatif, dan kombinasi dari keduanya, dalam kombinasi apa pun, dapat menciptakan apa yang dikatakan sebagai jenius.



Berdasarkan studi literatur yang saya lakukan, ada kira-kira 10 karakteristik dari pemikiran yang jenius itu:

1. Pemikiran orisinil.
Seseorang yang jenius mulai dengan pemikiran yang terbuka, teratur, mengambil perspektif-perspektif baru, mampu menguraikan masalah dan menyatukannya kembali dengan cara yang lebih baik.

2. Pemikiran Kreatif.
Seorang jenius selalu terbuka terhadap setiap kemungkinan, mencoba untuk memecahkan masalah dengan hipotesis, mempunyai mental yang bagus, lalu melihat apakah itu terbukti benar atau tidak.

3. Pemikiran Analitis.
Seorang jenius akan bekerja memecahkan masalah atau mencari ide secara teratur atau perlahan-lahan, hati-hati atau menyeluruh, dan juga secara kreatif, menantang logika matematis atau sains.

4. Pemikiran Observatif.
Seorang jenius mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi, kepekaan yang tinggi atas hal-hal apa saja yang sedang terjadi, dan mencari pola-pola seperti layaknya seorang ahli forensik atau detektif.

5. Pemikiran Ganda.
Seorang jenius dapat berfikir secara paralel, mentoleransi kerancuan, menyatukan hal-hal yang berlawanan dan menghubungkan hal-hal yang tidak saling terhubung sebelumnya.

6. Pemikiran Holistik.
Seorang jenius dapat menerima perspektif yang lebih luas, untuk melihat masalah holistik dengan konteks lingkungannya dan menyatukan kembali bagian-bagiannya.

7. Pemikiran Volume.
Seorang jenius mencari lebih banyak solusi daripada hanya satu, membangun atau memberikan tantangan satu sama lain, dan secara terus menerus mencari solusi yang lebih sempurna lagi.

8. Pemikiran Pragmatis.
Seorang jenius mengenali ide-ide dan solusi-solusi yang jarang digunakan pada konsep, bahwa teori atau konsep haruslah dibuat menjadi nyata, harus praktis dan berguna. Seorang jenius terus menerus berfikir, menjelajah, berinovasi, dan menemukan.

9. Pemikiran Visual.
Seorang jenius mampu mengekspresikan ide-idenya dengan lebih jelas, biasanya melalui visual dengan menggunakan diagram-diagram dan analogi, untuk dapat memahami kerumitan yang ada dalam cara yang lebih komprehensif.

10. Pemikiran Tanpa Keraguan.
Seorang jenius harus memiliki kekuatan batiniah, keyakinan, dan kepercayaan diri untuk mendukung penuh apa yang mereka yakini, sementara orang lain dan para rekan-rekan kerja akan memberikan tantangan pada mereka.

Dengan sepuluh karakteristik di atas, bisakah Anda menyimpulkan posisi Anda saat ini? Apakah Anda sudah menjadi orang jenius?

sumur

Share:
spacer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar